FINANCIAL
GLOSSARY.
Understand building blocks of institutional-grade stock analysis. Master the terminology used by professional analysts in Tickr.
ARA (Auto Rejection Atas)
Batas atas kenaikan harga saham dalam satu hari yang ditetapkan oleh BEI. Jika harga menyentuh batas ini, order beli di harga yang lebih tinggi akan ditolak.
ARB (Auto Rejection Bawah)
Batas bawah penurunan harga saham dalam satu hari. Jika harga menyentuh batas ini, order jual di harga yang lebih rendah akan ditolak.
Sesi Pre-Opening
Sesi sebelum perdagangan reguler (08:45-08:59 JATS) di mana investor dapat memasukkan order. Harga pembukaan terbentuk berdasarkan penawaran dan permintaan selama periode ini.
JATS
Jakarta Automated Trading System. Sistem perdagangan terkomputerisasi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia untuk memproses order.
Lot
Satuan perdagangan minimum untuk saham di Indonesia. 1 Lot sama dengan 100 lembar saham.
Full Call Auction (FCA)
Mekanisme perdagangan di Papan Pemantauan Khusus BEI di mana order disatukan dan dipertemukan pada satu harga keseimbangan di akhir sesi, bukan secara kontinu.
Suspensi (Suspension)
Penghentian sementara perdagangan saham tertentu oleh bursa, biasanya karena aktivitas pasar yang tidak wajar atau kegagalan kepatuhan terhadap regulasi.
UMA (Unusual Market Activity)
Status yang diberikan bursa kepada saham yang menunjukkan pergerakan harga atau volume yang tidak normal, berfungsi sebagai peringatan bagi investor.
Delisting
Penghapusan efek di bursa saham secara permanen. Bisa dilakukan secara sukarela (oleh perusahaan) atau paksa (oleh regulator).
Bull Market
Kondisi pasar di mana harga saham cenderung naik atau diharapkan akan naik.
Bear Market
Kondisi pasar di mana harga saham cenderung turun, biasanya sebesar 20% atau lebih dari titik tertinggi sebelumnya.
Sideways
Tren pasar di mana harga instrumen diperdagangkan dalam rentang yang relatif stabil tanpa membentuk tren naik atau turun yang jelas.
Blue Chip
Saham dari perusahaan besar, mapan, dan sehat secara finansial dengan sejarah kinerja yang andal (contoh: BBCA, BBRI).
Second Liner (Mid Cap)
Saham dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar menengah. Sering memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dari blue chip namun dengan risiko lebih tinggi.
Third Liner (Small Cap / Gorengan)
Saham dengan kapitalisasi kecil dan likuiditas rendah. Seringkali sangat volatil dan rentan terhadap manipulasi harga.
Profil Aset
Gambaran komprehensif tentang bisnis perusahaan, termasuk sektor, industri, deskripsi, alamat, situs web, dan jajaran eksekutif.
Anti-MSCI Play
Strategi fokus pada saham fundamental kuat yang bukan bagian dari indeks global utama seperti MSCI. Rumus: Fundamental Bagus (ROE > 10%, DER < 1.5, Arus Kas Positif) + Aman dari Volatilitas Index Rebalancing (Tidak ada di MSCI Standard Index).
Dividen
Pembagian sebagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham, biasanya ditentukan oleh dewan direksi.
Stock Split
Aksi korporasi di mana perusahaan membagi saham yang ada menjadi beberapa saham baru untuk meningkatkan likuiditas. Nilai total investasi tetap sama.
Reverse Stock Split
Kebalikan dari stock split. Penggabungan jumlah saham yang ada menjadi lebih sedikit. Sering digunakan untuk menaikkan harga saham agar memenuhi syarat pencatatan.
Right Issue (HMETD)
Penawaran hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru tambahan di perusahaan dengan harga diskon dibanding harga pasar.
IPO (Initial Public Offering)
Proses penawaran saham perusahaan tertutup kepada publik untuk pertama kalinya dalam penerbitan saham baru.
Dividend Rate
Jumlah total dividen yang dibayarkan perusahaan per lembar saham dalam satu tahun.
Tender Offer
Penawaran publik kepada seluruh pemegang saham untuk menjual saham mereka pada harga tertentu selama waktu yang ditentukan.
Buyback
Kondisi saat perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar untuk mengurangi jumlah saham yang tersedia di pasar terbuka.
EPS (Earnings Per Share)
Bagian dari laba perusahaan yang dialokasikan ke setiap lembar saham biasa yang beredar. Indikator kunci profitabilitas. Rumus: Laba Bersih / Jumlah Saham Beredar.
BVPS (Book Value Per Share)
Rasio ekuitas yang tersedia bagi pemegang saham biasa dibagi jumlah saham beredar. Mewakili nilai minimum ekuitas perusahaan. Rumus: Total Ekuitas / Jumlah Saham Beredar.
Dividend Yield
Rasio keuangan yang menunjukkan seberapa banyak perusahaan membayar dividen setiap tahun relatif terhadap harga sahamnya. Rumus: (Dividen per Saham / Harga Saham) x 100%.
Nilai Intrinsik
Nilai 'sebenarnya' yang dipersepsikan atau dihitung dari suatu aset, investasi, atau perusahaan, berdasarkan analisis fundamental, terlepas dari harga pasarnya.
P/E Ratio (Price-to-Earnings)
Rasio untuk menilai perusahaan dengan mengukur harga saham saat ini relatif terhadap laba per sahamnya. Rumus: Harga Saham / EPS.
PBV (Price-to-Book Value)
Membandingkan nilai pasar perusahaan dengan nilai bukunya. Rasio di bawah 1.0 dianggap murah. Rumus: Harga Saham / BVPS.
PEG Ratio
Price/Earnings-to-Growth ratio. Menyempurnakan rasio P/E dengan menyertakan ekspektasi pertumbuhan laba. Rumus: P/E Ratio / Pertumbuhan Laba Tahunan.
EV/EBITDA
Enterprise Value terhadap EBITDA. Berguna untuk menilai bisnis padat modal dengan depresiasi tinggi. Rumus: (Market Cap + Total Debt - Cash) / EBITDA.
Discounted Cash Flow (DCF)
Metode penilaian yang digunakan untuk memperkirakan nilai investasi berdasarkan arus kas masa depan yang diharapkan.
Graham Number
Angka yang mengukur nilai fundamental saham berdasarkan teori Benjamin Graham. Rumus: Akar dari (22.5 x EPS x BVPS).
Margin of Safety (MoS)
Prinsip investasi di mana investor hanya membeli efek jika harga pasarnya berada jauh di bawah nilai intrinsiknya. Rumus: (1 - Harga Pasar / Nilai Intrinsik) x 100%.
Target Harga
Proyeksi level harga masa depan suatu saham, biasanya dibagikan oleh analis keuangan. Mewakili opini ahli tentang posisi harga saham dalam jangka waktu tertentu (biasanya 12 bulan).
Konsensus Pasar
Opini kolektif dari analis keuangan mengenai kinerja saham, biasanya dinyatakan sebagai peringkat (contoh: Buy, Hold, Sell) dan rentang target harga.
Support
Level harga di mana saham secara historis sulit turun lebih bawah. Dianggap bahwa permintaan (daya beli) cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh.
Resisten
Level harga di mana saham secara historis sulit naik lebih tinggi. Dianggap bahwa pasokan (daya jual) cukup kuat untuk mencegah harga naik lebih jauh.
Stochastic Oscillator
Indikator momentum yang membandingkan harga penutupan tertentu dari suatu efek dengan rentang harganya selama periode waktu tertentu. Digunakan untuk menghasilkan sinyal jenuh beli/jenuh jual.
Fibonacci Retracement
Metode analisis teknikal menggunakan garis horizontal untuk menunjukkan area support atau resisten pada level Fibonacci kunci sebelum tren berlanjut ke arah semula.
Candlestick (Doji)
Pola candlestick yang terlihat seperti salib karena harga pembukaan dan penutupan sama atau hampir sama. Menunjukkan keraguan di pasar.
Candlestick (Hammer)
Pola pembalikan naik (bullish reversal) yang terbentuk selama tren turun. Terlihat seperti palu, dengan badan kecil dan ekor bawah yang panjang.
Head and Shoulders
Pola grafik yang muncul sebagai garis dasar dengan tiga puncak, di mana dua puncak luar tingginya hampir sama dan puncak tengah adalah yang tertinggi. Memprediksi pembalikan tren dari bullish ke bearish.
Moving Average (MA)
Kalkulasi yang menghaluskan data harga dengan membuat rata-rata harga yang terus diperbarui. SMA adalah rata-rata simpel; EMA memberikan bobot lebih pada harga terbaru.
RSI (Relative Strength Index)
Indikator momentum yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengukur besarnya perubahan harga terbaru guna mengevaluasi kondisi jenuh beli atau jenuh jual.
MACD
Moving Average Convergence Divergence. Indikator momentum yang mengikuti tren yang menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga suatu efek.
Golden Cross
Pola breakout naik yang terbentuk dari persilangan moving average jangka pendek suatu efek (seperti MA 50-hari) menembus ke atas moving average jangka panjangnya (seperti MA 200-hari).
Death Cross
Pola grafik turun (bearish) yang terbentuk saat moving average jangka pendek memotong ke bawah moving average jangka panjang.
Bollinger Bands
Alat analisis teknikal yang ditentukan oleh serangkaian garis tren yang diplot dengan dua standar deviasi (positif dan negatif) menjauh dari simple moving average (SMA).
ATH (All-Time High)
Harga tertinggi yang pernah dicapai oleh suatu efek atau indeks pasar sepanjang sejarah perdagangannya.
ATL (All-Time Low)
Harga terendah yang pernah dicapai oleh suatu efek atau indeks pasar sepanjang sejarah perdagangannya.
Gross Profit Margin
Persentase sisa penjualan setelah dikurangi HPP. Rumus: (Laba Kotor / Pendapatan) x 100%.
Operating Margin
Ukuran profitabilitas dari kegiatan operasional utama. Rumus: (Laba Operasional / Pendapatan) x 100%.
Net Profit Margin (NPM)
Persentase pendapatan yang tersisa setelah seluruh biaya dikurangi. Rumus: (Laba Bersih / Pendapatan) x 100%.
Current Ratio
Mengukur kemampuan membayar kewajiban lancar. Rumus: Aset Lancar / Liabilitas Lancar.
Quick Ratio
Mengukur likuiditas dengan aset paling likuid. Rumus: (Aset Lancar - Persediaan) / Liabilitas Lancar.
EBITDA
Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Ukuran kinerja keuangan menyeluruh perusahaan.
Free Cash Flow (FCF)
Kas yang dihasilkan perusahaan setelah mempertimbangkan arus kas keluar yang mendukung operasinya dan memelihara aset modalnya.
ROE (Return on Equity)
Mengukur efisiensi penggunaan modal sendiri. Rumus: (Laba Bersih / Ekuitas) x 100%.
DER (Debt-to-Equity Ratio)
Mengukur tingkat utang dibanding modal sendiri. Rumus: Total Utang / Total Ekuitas.
Top Line vs Bottom Line
Top Line merujuk pada pendapatan kotor atau penjualan perusahaan. Bottom Line merujuk pada laba bersih perusahaan.
Alpha
Ukuran kinerja berdasarkan basis penyesuaian risiko. Alpha mengambil volatilitas (risiko harga) suatu reksa dana dan membandingkan kinerja yang telah disesuaikan dengan risikonya terhadap indeks acuan.
Sharpe Ratio
Ukuran yang menunjukkan imbal hasil rata-rata dikurangi imbal hasil bebas risiko dibagi standar deviasi imbal hasil dari suatu investasi.
Beta
Ukuran volatilitas—atau risiko sistematis—suatu efek atau portofolio dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan (misalnya IHSG). Beta > 1 berarti lebih volatil.
Volatilitas
Ukuran statistik dari penyebaran imbal hasil untuk efek atau indeks pasar tertentu. Volatilitas yang lebih tinggi berarti lebih berisiko.
Standar Deviasi
Statistik yang mengukur penyebaran kumpulan data relatif terhadap rata-ratanya dan dihitung sebagai akar kuadrat dari varians.
Backtest
Proses pengujian strategi perdagangan atau model investasi pada data historis untuk melihat kinerjanya di masa lalu.